<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Bondet Si Anak Kampoeng</title>
	<atom:link href="http://bondett.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bondett.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Dan Menggali Ilmu Dari Semua Untuk Semua</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 09:56:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Fakta-Fakta Kemunafikan Polri dalam Mengasuskan Bibit dan Chandra oleh Cara Membuat Blog</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2009/11/09/fakta-fakta-kemunafikan-polri-dalam-mengasuskan-bibit-dan-chandra/#comment-668</link>
		<dc:creator>Cara Membuat Blog</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 09:56:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=486#comment-668</guid>
		<description>Waduh makin aneh saja perjalanan kasus yang menyangkut Bibit dan Chandra Hamzah ini. Kasus ini memang cukup fenomenal, dari segi pihak-pihak yang terlibat, dukungan dari facebookers yang sangat luar biasa, hingga jalinan antar peristiwa yang diberitakan ke publik yang cenderung membingungkan.

Dengan adanya usulan SP3, menurut hemat saya akan semakin membingungkan publik. Karena dengan begini tidak akan bisa diketahui dengan jelas kronologis dari peristiwa yang sebenarnya terjadi. Kurang bijak rasanya apabila membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Paling tidak biarkan masyarakat tahu siapa actor di belakang ini semua.
&lt;a href=&quot;http://carabuatblog.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt; Cara Membuat Blog&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waduh makin aneh saja perjalanan kasus yang menyangkut Bibit dan Chandra Hamzah ini. Kasus ini memang cukup fenomenal, dari segi pihak-pihak yang terlibat, dukungan dari facebookers yang sangat luar biasa, hingga jalinan antar peristiwa yang diberitakan ke publik yang cenderung membingungkan.</p>
<p>Dengan adanya usulan SP3, menurut hemat saya akan semakin membingungkan publik. Karena dengan begini tidak akan bisa diketahui dengan jelas kronologis dari peristiwa yang sebenarnya terjadi. Kurang bijak rasanya apabila membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Paling tidak biarkan masyarakat tahu siapa actor di belakang ini semua.<br />
<a href="http://carabuatblog.com/" rel="nofollow"> Cara Membuat Blog</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kwik Kian Gie: Aku bermimpi Jadi Koruptor oleh Mahasiswa</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2009/08/06/kwik-kian-gie-aku-bermimpi-jadi-koruptor/#comment-666</link>
		<dc:creator>Mahasiswa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 13:06:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=441#comment-666</guid>
		<description>Kenapa sampai muncul ini???? =====&gt; http://www.facebook.com/pages/BERJUANG-UNTUK-IBII-YANG-LEBIH-BAIK/170431860501?ref=nf 

Tanda2 ad yg tidak beres dengan kepemimpinan di suatu lembaga pendidikan yang dipimpin oleh &quot;seseorang yang sedang bermimpi jad k******r&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa sampai muncul ini???? =====&gt; <a href="http://www.facebook.com/pages/BERJUANG-UNTUK-IBII-YANG-LEBIH-BAIK/170431860501?ref=nf" rel="nofollow">http://www.facebook.com/pages/BERJUANG-UNTUK-IBII-YANG-LEBIH-BAIK/170431860501?ref=nf</a> </p>
<p>Tanda2 ad yg tidak beres dengan kepemimpinan di suatu lembaga pendidikan yang dipimpin oleh &#8220;seseorang yang sedang bermimpi jad k******r&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Foto Holocaust Palestina Made In Israel oleh fitra</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2009/02/22/foto-holocaust-palestina-made-in-israel/#comment-661</link>
		<dc:creator>fitra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 04:28:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=242#comment-661</guid>
		<description>Assalamualaikum wr.wb...

Salawat kita panjatkan untuk junjungan kita NAbi Muhammad SAW. beserta umatnya yang Istiqomah hingga akhir zaman, dan sejahteralah untuk para syuhada yang berjuang melawan kedzaliman kaum laknatullah yahudi zionis, dan bersabarlah karena janji Allah atas kemenangan perjuangan mu telah datang.
foto-foto yang menggambarkan betapa benar-benar tak lagi mampu diungkapkan dengan kata-kata kebiadaban dan kebengisan yahudi zionis sudah teramat kebinatangan. 
akan tetapi kita sebagi umat islam selalu di ajarkan untuk tidak memiliki sifat pendendam, akan tetapi kita juga umat islam tak boleh berdiam diri untuk terus berjuang menghapus kaum zionis Yahudi dari muka bumi.
tetpi kita juga perlu untuk berkaca diri mengapa semua ini bisa terjadi terhadap kita umat islam. mengapa kita dengan mudahnya di obok-obok oleh kaum laknat itu. mengapa ketika zaman Salahuddin Al-ayubi mereka takut dan gentar untuk berperang melawan kita. jawabannya adalah Keimanan kita dan persatuan karena seiman bukan yang lain. 
memang penyebab mudahnya mereka para kaum laknat mendzalimi umat islam sangatlah kompleks. benar seperti sabda Nabi Muhammad SAW bahwa kelak umat Islam sangatlah banyak jumlahnya akan tetapi mereka tak lebih dari seperti buih di lautan.
oleh karena itu marilah kita terus berdoa dan berjuang di jalan Allah dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.
sekian Wassalamualiukum Wr.WB.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr.wb&#8230;</p>
<p>Salawat kita panjatkan untuk junjungan kita NAbi Muhammad SAW. beserta umatnya yang Istiqomah hingga akhir zaman, dan sejahteralah untuk para syuhada yang berjuang melawan kedzaliman kaum laknatullah yahudi zionis, dan bersabarlah karena janji Allah atas kemenangan perjuangan mu telah datang.<br />
foto-foto yang menggambarkan betapa benar-benar tak lagi mampu diungkapkan dengan kata-kata kebiadaban dan kebengisan yahudi zionis sudah teramat kebinatangan.<br />
akan tetapi kita sebagi umat islam selalu di ajarkan untuk tidak memiliki sifat pendendam, akan tetapi kita juga umat islam tak boleh berdiam diri untuk terus berjuang menghapus kaum zionis Yahudi dari muka bumi.<br />
tetpi kita juga perlu untuk berkaca diri mengapa semua ini bisa terjadi terhadap kita umat islam. mengapa kita dengan mudahnya di obok-obok oleh kaum laknat itu. mengapa ketika zaman Salahuddin Al-ayubi mereka takut dan gentar untuk berperang melawan kita. jawabannya adalah Keimanan kita dan persatuan karena seiman bukan yang lain.<br />
memang penyebab mudahnya mereka para kaum laknat mendzalimi umat islam sangatlah kompleks. benar seperti sabda Nabi Muhammad SAW bahwa kelak umat Islam sangatlah banyak jumlahnya akan tetapi mereka tak lebih dari seperti buih di lautan.<br />
oleh karena itu marilah kita terus berdoa dan berjuang di jalan Allah dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.<br />
sekian Wassalamualiukum Wr.WB.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Jundullah, Teror di Iran, dan Catatan untuk Eramuslim oleh Agus Suhanto</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2009/10/23/jundullah-teror-di-iran-dan-catatan-untuk-eramuslim/#comment-659</link>
		<dc:creator>Agus Suhanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 21:41:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=469#comment-659</guid>
		<description>hai,  senang bertemu Anda melalui blog ini saya &lt;a href=&quot;http://suhanto.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Agus Suhanto&lt;/a&gt;, posting yg bagus :) ... lam kenal yaa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hai,  senang bertemu Anda melalui blog ini saya <a href="http://suhanto.com" rel="nofollow">Agus Suhanto</a>, posting yg bagus <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8230; lam kenal yaa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak oleh jeki van helen</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2007/07/01/mengembangkan-kecerdasan-spiritual-anak/#comment-658</link>
		<dc:creator>jeki van helen</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 13:34:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/2007/07/01/mengembangkan-kecerdasan-spiritual-anak/#comment-658</guid>
		<description>Ass. Syukron saya ucapkan kpd Bapak Jalaludin Rahmad, saya merasa mendapat inspirasi dari pemaparan Bapak yang sangat aplikatif. Mohon 
perbanyak tulisan-tulisan Bapak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass. Syukron saya ucapkan kpd Bapak Jalaludin Rahmad, saya merasa mendapat inspirasi dari pemaparan Bapak yang sangat aplikatif. Mohon<br />
perbanyak tulisan-tulisan Bapak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Cinta Ibnu Taimiyah, Husein bin Ali as atau Yazid bin Muawiyah? oleh sulaiman</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2008/03/05/cinta-ibnu-taimiyah-husein-bin-ali-as-atau-yazid-bin-muawiyah/#comment-657</link>
		<dc:creator>sulaiman</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 16:14:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=160#comment-657</guid>
		<description>@uzma

Mas sepertinya anda belum membaca banyak tentang sejarah Islam.

sejarah Islam disamping ada yang patut kita banggakan, juga tidak sedikit sisi yang tak patut dibanggakan (baca: sejarah islam yang berdarah-darah).

anda tidak usah mengkambing hitamkan orientalis, karena sejarawan islam juga banyak yang mengungkap kejahatan pelaku sejarah di dalam islam.

anda tampak sekali cuman mengikuti apa yang di dektekan ustad-ustad anda.... cobalah anda merujuk buku-buku sejarah islam klasik yang ditulis sejarawan islam ratusan tahun yang lalu..

tentang siapa sejatinya Ibnu Taimiah anda saya persilahkan merujuk ke blog yang khusus membahas akidah dan pemikiran ibnu taimiah yaitu:

http://ibnutaymiah.wordpress.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@uzma</p>
<p>Mas sepertinya anda belum membaca banyak tentang sejarah Islam.</p>
<p>sejarah Islam disamping ada yang patut kita banggakan, juga tidak sedikit sisi yang tak patut dibanggakan (baca: sejarah islam yang berdarah-darah).</p>
<p>anda tidak usah mengkambing hitamkan orientalis, karena sejarawan islam juga banyak yang mengungkap kejahatan pelaku sejarah di dalam islam.</p>
<p>anda tampak sekali cuman mengikuti apa yang di dektekan ustad-ustad anda&#8230;. cobalah anda merujuk buku-buku sejarah islam klasik yang ditulis sejarawan islam ratusan tahun yang lalu..</p>
<p>tentang siapa sejatinya Ibnu Taimiah anda saya persilahkan merujuk ke blog yang khusus membahas akidah dan pemikiran ibnu taimiah yaitu:</p>
<p><a href="http://ibnutaymiah.wordpress.com/" rel="nofollow">http://ibnutaymiah.wordpress.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Quraish Shihab Tokoh Perbukuan Islam 2009 oleh syapril hidayat</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2009/03/01/quraish-shihab-tokoh-perbukuan-islam-2009/#comment-656</link>
		<dc:creator>syapril hidayat</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 04:26:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=255#comment-656</guid>
		<description>Minta tolong carikan buku yang berjudul Muzizat Al-quran
pengarang Muhammad Quraish Shihab
atau yang lainnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Minta tolong carikan buku yang berjudul Muzizat Al-quran<br />
pengarang Muhammad Quraish Shihab<br />
atau yang lainnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Cinta Ibnu Taimiyah, Husein bin Ali as atau Yazid bin Muawiyah? oleh uzma</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2008/03/05/cinta-ibnu-taimiyah-husein-bin-ali-as-atau-yazid-bin-muawiyah/#comment-655</link>
		<dc:creator>uzma</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 05:05:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=160#comment-655</guid>
		<description>Sesungguhnya kebanyakan maklumat yang terlekat di pemikiran orang ramai telah diterima sebagai sesuatu yang tidak diragui lagi dan tidak boleh untuk dipertikaikan. Maklumat itu tidak bersesuaian sama sekali dengan darjat yang sepatutnya bagi seorang sahabah Nabi. Gambaran Muawiyah pada pemikiran orang ramai ialah seorang yang menuntut kuasa, ahli politik yang cekap, seorang yang mencari kesempatan, dia tidak pernah menghiraukan apa pun dalam usahanya untuk sampai kepada kekuasaan dan seorang yang bertarung kerana inginkan kuasa serta bertindak membunuh berpuluh-puluh ribu orang lain semata-mata untuk menjadi khalifah. Inilah gambarannya yang bertentangan dengan perasaan dan fitrah setiap muslim, namun tiada ganti baginya kerana buku-buku sejarah menyebut demikian. (Munir al-Ghadban, Muawiyah bin Abi Sufyan, m.s. 5 Syria, Dar al-Qalam). Demikian riwayat-riwayat bohong yang menggambarkan Khalifah Harun al-Rasyid suka berfoya-foya. Bahkan masyhur di kalangan sesetengah masyarakat bahawa dia sering ditipu oleh ‘kaki belit’, Abu Nawas. Ramai yang membaca kisah bohong itu dan tersengih melihat bagaimana dia berjaya mempersendakan Khalifah Harun al-Rasyid. Sedangkan kata Ibn Khaldun (meninggal 808H): “Adapun apa yang dipalsukan oleh hikayat mengenai Harun al-Rasyid yang selalu meminum arak dan mabuk seperti mabuknya kaki arak, Allah memelihara daripada itu semua! Kita tidak pernah tahu dia seorang yang berbuat jahat. Mana mungkin ini semua dengan keadaannya yang melaksanakan tanggungjawab agama dan keadilan bagi kedudukannya sebagai khalifah. Seorang yang mendampingi ulama dan aulia. Selalu berbincang dengan al-Fudail bin ‘Iyad, Ibn al-Sammak dan al-‘Umari. Selalu berutusan surat dengan Sufyan al-Thauri, menangis mendengar nasihat mereka, berdoa di Mekah ketika tawaf, kuat beribadah, menjaga waktu solat dan hadir solat subuh pada awal waktu.” (Ibn Khaldun, Muqaddimah Ibn Khaldun, m.s. 17, Beirut: Dar al-Fikr).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya kebanyakan maklumat yang terlekat di pemikiran orang ramai telah diterima sebagai sesuatu yang tidak diragui lagi dan tidak boleh untuk dipertikaikan. Maklumat itu tidak bersesuaian sama sekali dengan darjat yang sepatutnya bagi seorang sahabah Nabi. Gambaran Muawiyah pada pemikiran orang ramai ialah seorang yang menuntut kuasa, ahli politik yang cekap, seorang yang mencari kesempatan, dia tidak pernah menghiraukan apa pun dalam usahanya untuk sampai kepada kekuasaan dan seorang yang bertarung kerana inginkan kuasa serta bertindak membunuh berpuluh-puluh ribu orang lain semata-mata untuk menjadi khalifah. Inilah gambarannya yang bertentangan dengan perasaan dan fitrah setiap muslim, namun tiada ganti baginya kerana buku-buku sejarah menyebut demikian. (Munir al-Ghadban, Muawiyah bin Abi Sufyan, m.s. 5 Syria, Dar al-Qalam). Demikian riwayat-riwayat bohong yang menggambarkan Khalifah Harun al-Rasyid suka berfoya-foya. Bahkan masyhur di kalangan sesetengah masyarakat bahawa dia sering ditipu oleh ‘kaki belit’, Abu Nawas. Ramai yang membaca kisah bohong itu dan tersengih melihat bagaimana dia berjaya mempersendakan Khalifah Harun al-Rasyid. Sedangkan kata Ibn Khaldun (meninggal 808H): “Adapun apa yang dipalsukan oleh hikayat mengenai Harun al-Rasyid yang selalu meminum arak dan mabuk seperti mabuknya kaki arak, Allah memelihara daripada itu semua! Kita tidak pernah tahu dia seorang yang berbuat jahat. Mana mungkin ini semua dengan keadaannya yang melaksanakan tanggungjawab agama dan keadilan bagi kedudukannya sebagai khalifah. Seorang yang mendampingi ulama dan aulia. Selalu berbincang dengan al-Fudail bin ‘Iyad, Ibn al-Sammak dan al-‘Umari. Selalu berutusan surat dengan Sufyan al-Thauri, menangis mendengar nasihat mereka, berdoa di Mekah ketika tawaf, kuat beribadah, menjaga waktu solat dan hadir solat subuh pada awal waktu.” (Ibn Khaldun, Muqaddimah Ibn Khaldun, m.s. 17, Beirut: Dar al-Fikr).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Cinta Ibnu Taimiyah, Husein bin Ali as atau Yazid bin Muawiyah? oleh uzma</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2008/03/05/cinta-ibnu-taimiyah-husein-bin-ali-as-atau-yazid-bin-muawiyah/#comment-653</link>
		<dc:creator>uzma</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 05:02:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=160#comment-653</guid>
		<description>Dosa Menyelewengkan Hakikat Sejarah Dan Fakta
Dosa Menyelewengkan Hakikat Sejarah Dan Fakta 28 October, 2007 (07:52) &#124; Artikel Dalam sejarah manusia, ramai yang teraniaya hanya disebabkan oleh berita palsu yang direka terhadap seseorang. Penderitaan atau kezaliman cerita bohong atau penyelewengan fakta terhadap seseorang, bukan sahaja dirasai kesannya oleh individu berkenaan, sebaliknya juga orang ramai. Lihat sahaja apabila diselewengkan hakikat Nabi Isa daripada seorang insan yang diutuskan menjadi rasul diselewengkan kepada anak Tuhan. Hasilnya, satu umat merubah menjadi syirik dan tersasar dari agama yang sebenar. Adapun Nabi Isa, tetap mulia di sisi Allah namun yang menjadi mangsa ialah golongan jahil yang menelan penyelewengan fakta. Demikian Sayidina Ali, hakikat dirinya telah diselewengkan, sehingga lahirnya aliran Syiah telah memuja-mujanya melebihi yang sepatutnya melebihi kedudukan seorang nabi lalu tersasarlah satu mazhab di kalangan umat ini. Sebab itu dosa para penyeleweng fakta dan hakikat sejarah bukan sedikit. Firman Allah: (maksudnya) Kecelakaan besar bagi orang-orang yang menulis Kitab (Taurat) dengan tangan mereka (mengubah perkataan Allah dengan rekaan-rekaan mereka), kemudian mereka berkata: “Ini datang dari sisi Allah,” supaya mereka dapat membelinya dengan harga yang murah (keuntungan dunia yang sedikit). Maka kecelakaan besar bagi mereka disebabkan apa yang ditulis oleh tangan mereka, dan kecelakaan besar bagi mereka dari apa yang mereka usahakan itu. ( al-Baqarah: 79). Dosa penyelewengan akan terus ditanggung selama mana pembohongan beredar di kalangan manusia. Justeru itu, kita sentiasa disuruh berhati-hati. Firman Allah dalam surah al-Hujurat ayat 6: Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum (dengan perkara yang tidak diingini) dengan sebab kejahilan kamu, sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan. Bukan sedikit dalam sejarah manusia yang menjadi mangsa hasil penyelewengan fakta. Bermula daripada para nabi, para sahabah Nabi s.a.w., tokoh-tokoh ilmu, para pemerintah sehingga kepada insan biasa. Semua kerana berita golongan yang hasad, menyimpan dendam kebencian, atau orang yang hobinya membuat cerita. Atas apa pun alasan, mereka yang menyelewengkan fakta memakai pingat kurniaan bergelar ‘fasik’ atau ‘orang jahat’ atau ‘ahli dosa’. Umpamanya, entah berapa banyak kisah dusta yang direka oleh golongan Syiah untuk memburuk Muawiyah bin Abi Sufyan, sahabah Nabi s.a.w. hanya kerana dendam politik. Seorang tokoh sejarah, Munir al-Ghadban menyebut: “Aku tidak berpendapat bahawa adanya suatu peribadi – di dalam sejarah Islam yang terdiri daripada kalangan para sahabah yang awal, yang ditarbiah dengan tangan Rasulullah dan mereka yang hidup dengan wahyu langit, lalu diperburukkan, dibohongi mengenainya dan didustakan kepadanya seperti yang terkena pada Muawiyah bin Abi Sufyan. Sesungguhnya kebanyakan maklumat yang terlekat di pemikiran orang ramai telah diterima sebagai sesuatu yang tidak diragui lagi dan tidak boleh untuk dipertikaikan. Maklumat itu tidak bersesuaian sama sekali dengan darjat yang sepatutnya bagi seorang sahabah Nabi. Gambaran Muawiyah pada pemikiran orang ramai ialah seorang yang menuntut kuasa, ahli politik yang cekap, seorang yang mencari kesempatan, dia tidak pernah menghiraukan apa pun dalam usahanya untuk sampai kepada kekuasaan dan seorang yang bertarung kerana inginkan kuasa serta bertindak membunuh berpuluh-puluh ribu orang lain semata-mata untuk menjadi khalifah. Inilah gambarannya yang bertentangan dengan perasaan dan fitrah setiap muslim, namun tiada ganti baginya kerana buku-buku sejarah menyebut demikian. (Munir al-Ghadban, Muawiyah bin Abi Sufyan, m.s. 5 Syria, Dar al-Qalam). Demikian riwayat-riwayat bohong yang menggambarkan Khalifah Harun al-Rasyid suka berfoya-foya. Bahkan masyhur di kalangan sesetengah masyarakat bahawa dia sering ditipu oleh ‘kaki belit’, Abu Nawas. Ramai yang membaca kisah bohong itu dan tersengih melihat bagaimana dia berjaya mempersendakan Khalifah Harun al-Rasyid. Sedangkan kata Ibn Khaldun (meninggal 808H): “Adapun apa yang dipalsukan oleh hikayat mengenai Harun al-Rasyid yang selalu meminum arak dan mabuk seperti mabuknya kaki arak, Allah memelihara daripada itu semua! Kita tidak pernah tahu dia seorang yang berbuat jahat. Mana mungkin ini semua dengan keadaannya yang melaksanakan tanggungjawab agama dan keadilan bagi kedudukannya sebagai khalifah. Seorang yang mendampingi ulama dan aulia. Selalu berbincang dengan al-Fudail bin ‘Iyad, Ibn al-Sammak dan al-‘Umari. Selalu berutusan surat dengan Sufyan al-Thauri, menangis mendengar nasihat mereka, berdoa di Mekah ketika tawaf, kuat beribadah, menjaga waktu solat dan hadir solat subuh pada awal waktu.” (Ibn Khaldun, Muqaddimah Ibn Khaldun, m.s. 17, Beirut: Dar al-Fikr). Kadangkala kebencian dan dendam membawa sesetengah pihak menghalalkan diri mereka mencipta kisah dusta memfitnah orang lain. Kemudian orang ramai pula menelankan tanpa menyedari bahawa jika itu satu fitnah pembohongan, mereka akan dihukum oleh Allah pada hari kiamat kelak kerana menyebarkan fitnah terhadap muslim yang lain. Apatah lagi jika muslim itu sahabah Nabi s.a.w. atau orang soleh atau tokoh ilmuwan Islam. Sekalipun jika individu itu bukan terkenal sebagai orang soleh dan baragama, kita tidak boleh menzaliminya dengan membuat cerita bohong terhadapnya. Lihatlah apa yang dilakukan oleh penyelewengan sejarah terhadap Yazid bin Muawiyah dengan menuduh dia membunuh cucu Nabi s.a.w. Sayidina Husain bin Ali. Sehingga dia dilaknat dan ditohmah dengan berbagai-bagai tohmahan. Padahal tiada bukti pun yang menunjukkan demikian. Kata Ibn Taimiyyah (meninggal 728H): “Yazid bin Muawiyah lahir pada zaman khalifah ‘Uthman bin ‘Affan. Beliau tidak bertemu dengan Nabi s.a.w. dan tidak termasuk dalam kalangan sahabah dengan sepakat ulama. Dia juga tidak termasuk di kalangan yang terkenal dengan agama dan kesolehan. Dia adalah salah seorang pemuda muslimin. Dia tidak kafir atau zindik. Memegang jawatan selepas ayahnya dengan kebencian sebahagian kaum muslimin dan reda sebahagian yang lain. Dia adalah seorang yang berani dan bermurah hati. Dia bukan seorang yang menzahirkan perkara-perkara keji (maksiat) seperti yang dituduh oleh musuh-musuhnya.” (Ibn Taimiyyah, Majmu’ al-Fatawa, 2/253, Riyad: Maktab al-‘Abikan). Adapun peristiwa pembunuhan cucu Nabi s.a.w. Husain bin Ali tidak ada bukti dia menyuruhnya atau terlibat dengannya. Bahkan ahli sejarah yang adil meriwayatkan beliau menangis atas kematian Husain dan melaknat pembunuhnya. Penduduk Syam turut menangis. Bahkan hubungan baik Yazid dan anak Sayidina Husain iaitu Ali bin Husain berterusan selepas itu. Mereka sering mengutus surat. Bahkan Ali bin Husain menganggap yang membunuh ayahnya adalah Syiah di Kufah yang menjemput ayahnya dan menipunya. Cuma Yazid dipertikaikan kerana tidak membunuh balas terhadap pembunuh Husain. Kata Ibn al-Salah (meninggal 643H): “Tidak sahih di sisi kami bahawa Yazid memerintahkan agar dibunuh Husain. Riwayat yang dipercayai menyatakan perintah membunuh al-Husain datang dari orang yang mengepalai pembunuhannya iaitu ‘Ubaid Allah bin Ziyad, gabenor Iraq ketika itu.” (Ibn Tulun, Qaid al-Syarid min Akhbar Yazid, Kaherah: Dar al-Sahwah). Maka, kita dapat menerima sesetengah pihak yang memudah-mudahkan menerima kisah buruk hanya kerana yang dikaitkan itu artis atau orang politik atau orang yang tidak dipandang tinggi dalam agama. Dosa tetap dosa. Para wartawan hendaklah sedar. Jangan dalam keghairahan mengejar berita sensasi, mereka melanggar hak-hak insan yang dipelihara agama. Para ulama juga bukan sedikit yang menjadi mangsa penyelewengan fakta. Cumanya fitnah terhadap tokoh-tokoh ilmuwan agama ini kebanyakannya lahir dari sentimen ketaksuban sesama golongan agama itu sendiri. Hal ini mengenai pelbagai tokoh termasuk al-Imam al-Syafii, al-Bukhari, Ibn Taimiyyah, Muhammad bin Abdul Wahhab dan ramai yang lain. Contohnya, di sana ada kitab yang dusta mengenai al-Rihlah ila al-Rasyid (Kembara Menuju Harun al-Rasyid) yang disandarkan secara palsu kepada al-Imam al-Syafii. Dalam kitab tersebut banyak riwayat yang bohong dan karut. Antara ianya mencerita bahawa Al-Imam al-Syafii bertemu dengan al-Qadi Abu Yusuf (w 182H), tokoh utama mazhab Abi Hanifah di Baghdad, sedangkan al-Qadi Abu Yusuf meninggal sebelum al- Imam al-Syafii masuk ke Baghdad. Lebih buruk lagi ia menceritakan tokoh terkenal ulama Islam al-Imam Muhammad bin Hasan al-Syaibani (w 189H) dan juga al-Qadi Abu Yusuf merancang agar al-Imam al-Syafii dibunuh dengan membuat dakwaan terhadapnya di hadapan khalifah. Ini adalah fitnah besar terhadap kedua imam agung tersebut. Kedudukan kedua-dua imam itu memustahilkan mereka melakukan perkara yang seperti itu. Kisah ini semata-mata untuk memperlihatkan ketaksuban kepada imam al-Syafii. Semuanya datang daripada ‘Abd Allah bin Muhammad al-Balawi, seorang pendusta. Malangnya beberapa tokoh memetik apa yang diriwayatkannya tanpa menjelaskan pembohongan isi kandungannya. Sedangkan menurut kajian al-Imam Ibn Kathir (meninggal 774H) al-Imam al-Syafii datang ke Baghdad pada tahun 184H. Beliau berdialog dengan al-Imam Muhammad bin al-Hasan al-Syaibani di hadapan khalifah Harun al-Rasyid. Muhammad bin al-Hasan memuji al-Imam al-Syafii disebabkan kebijaksanaannya. Sehingga beliau memuliakan al-Imam al-Syafii dan mengambilnya sebagai tetamu. Adapun Al-Qadi Abu Yusuf telah meninggal setahun, atau dua tahun sebelum itu. (Ibn Kathir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 10/263, cetakan Dar al-Kutub al-‘ilmiyyah, Beirut). Demikian fitnah yang dikenakan kepada Syeikhul Islam Ibn Taimiyyah. Hanya kerana hasad dan taksub. Di Malaysia ini pun ada ‘tukang penyebar fitnah terhadap Ibn Taimiyyah’. Tujuannya agar cubaan membawa Islam dengan lebih terbuka dan ilmiah dapat dihalang. Maka seperti biasa Ibn Taimiyyah dituduh sebagai wahhabi, padahal dia meninggal pada tahun 728H dan al-Imam Muhammad Abdul Wahhab lahir pada 1115H, iaitu hampir empat ratus sebelum kelahiran Muhammad bin Abdul Wahhab. Ilmu Ibn Taimiyyah juga jauh mengatasi keilmuwan Muhammad bin Abdul Wahhab. Ibn Taimiyyah telah membayar harga yang mahal untuk perjuangan pembaharuan yang dilakukan pada zamannya. Setiap kali gerakan perbaharuan berlaku, sejarah akan mengenangnya. Musuh-musuh pembaharuan pula akan membangkitkan semula fitnah terhadapnya. Pada zamannya musuh-musuh beliau dari kalangan ahli-ahli khurafat, syiah dan tarikat yang melampau telah menabur fitnah yang begitu dahsyat terhadap beliau. Dengan harapan, jatuhnya Ibn Taimiyyah, dapatlah mereka bermaharajalela. Tokoh dakwah terkenal Maulana Abu al-Hasan ‘Ali al-Nadwi, dalam bukunya “Al-Hafiz Ahmad bin Taimiyyah” menceritakan bagaimana golongan yang sesat berusaha agar Ibn Taimiyyah dipenjarakan. Apabila dipenjarakan, mereka kembali berani menyebarkan kesesatan. Maka, para ulama pada zaman tersebut mulai sedar betapa besar dan pentingnya peranan Ibn Taimiyyah. Mereka mula menulis surat, merayu dan membelanya di hadapan pemerintah, sehingga al-Nadwi menyebut: “Ahli bidaah dan hawa nafsu yang cuba untuk menonjolkan diri sebagai bermazhab Ahli sunah, untuk menipu para pemerintah dan hakim (agar menangkap Ibn Taimiyyiah). Sebaik sahaja berjaya penipuan mereka, maka orang ramai pun nampaklah kejahatan mereka, dan golongan tersebut mulalah menonjol dan tidak bersembunyi lagi.” (Abu Hasan ‘Ali al-Nadwi, Al-Hafiz Ahmad bin Taimiyyah, Kuwait: Dar al-Qalam) Jika kita perhatikan tokoh-tokoh umat pada zaman lalu dan kini, mereka banyak mengambil manfaat daripada khazanah Ibn Taimiyyah. Lihat alNadwi yang saya sebutkan di atas. Demikian juga al-Syeikh Yusuf al-Qaradawi pernah menyebut “Al-Imam Ibn Taimiyyah ialah daripada kalangan ulama umat yang aku sayangi, bahkan barangkali dialah yang paling hatiku sayangi di kalangan mereka dan paling dekat kepada pemikiranku.” (Al-Qaradawi, Kaif Nata‘amul ma‘a al-Sunnah, Mesir: Dar al-Wafa). Justeru, kita hendaklah berhati-hati dengan fitnah dan khabar buruk yang disebarkan. Orang yang difitnah tidak rugi di sisi Allah selagi dia ikhlas dan lurus dengan Allah. Namun yang memfitnah dan menyebarkan fitnah, akan menanggung bebanan dosa itu. Janganlah kita jadi seperti masyarakat lalat hijau yang gemarkan bahan busuk, dan akan mati jika disiram air wangi. Dengari firman Allah (maksudnya): Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita dusta itu segolongan dari kalangan kamu; janganlah kamu menyangka (berita yang dusta) itu buruk bagi kamu, bahkan ia baik bagi kamu. Tiap-tiap seorang di antara mereka akan mendapat hukuman sepadan dengan kesalahan yang dilakukannya itu, dan orang yang mengambil bahagian besar dalam menyiarkannya antara mereka, akan beroleh seksa yang besar (di dunia dan di akhirat). Sepatutnya semasa kamu mendengar tuduhan itu, orang-orang yang beriman – lelaki dan perempuan, menaruh baik sangka kepada diri mereka sendiri (sesama mukmin) dan berkata: “Ini ialah tuduhan dusta yang nyata.” (surah al-Nur 11-12).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dosa Menyelewengkan Hakikat Sejarah Dan Fakta<br />
Dosa Menyelewengkan Hakikat Sejarah Dan Fakta 28 October, 2007 (07:52) | Artikel Dalam sejarah manusia, ramai yang teraniaya hanya disebabkan oleh berita palsu yang direka terhadap seseorang. Penderitaan atau kezaliman cerita bohong atau penyelewengan fakta terhadap seseorang, bukan sahaja dirasai kesannya oleh individu berkenaan, sebaliknya juga orang ramai. Lihat sahaja apabila diselewengkan hakikat Nabi Isa daripada seorang insan yang diutuskan menjadi rasul diselewengkan kepada anak Tuhan. Hasilnya, satu umat merubah menjadi syirik dan tersasar dari agama yang sebenar. Adapun Nabi Isa, tetap mulia di sisi Allah namun yang menjadi mangsa ialah golongan jahil yang menelan penyelewengan fakta. Demikian Sayidina Ali, hakikat dirinya telah diselewengkan, sehingga lahirnya aliran Syiah telah memuja-mujanya melebihi yang sepatutnya melebihi kedudukan seorang nabi lalu tersasarlah satu mazhab di kalangan umat ini. Sebab itu dosa para penyeleweng fakta dan hakikat sejarah bukan sedikit. Firman Allah: (maksudnya) Kecelakaan besar bagi orang-orang yang menulis Kitab (Taurat) dengan tangan mereka (mengubah perkataan Allah dengan rekaan-rekaan mereka), kemudian mereka berkata: “Ini datang dari sisi Allah,” supaya mereka dapat membelinya dengan harga yang murah (keuntungan dunia yang sedikit). Maka kecelakaan besar bagi mereka disebabkan apa yang ditulis oleh tangan mereka, dan kecelakaan besar bagi mereka dari apa yang mereka usahakan itu. ( al-Baqarah: 79). Dosa penyelewengan akan terus ditanggung selama mana pembohongan beredar di kalangan manusia. Justeru itu, kita sentiasa disuruh berhati-hati. Firman Allah dalam surah al-Hujurat ayat 6: Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum (dengan perkara yang tidak diingini) dengan sebab kejahilan kamu, sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan. Bukan sedikit dalam sejarah manusia yang menjadi mangsa hasil penyelewengan fakta. Bermula daripada para nabi, para sahabah Nabi s.a.w., tokoh-tokoh ilmu, para pemerintah sehingga kepada insan biasa. Semua kerana berita golongan yang hasad, menyimpan dendam kebencian, atau orang yang hobinya membuat cerita. Atas apa pun alasan, mereka yang menyelewengkan fakta memakai pingat kurniaan bergelar ‘fasik’ atau ‘orang jahat’ atau ‘ahli dosa’. Umpamanya, entah berapa banyak kisah dusta yang direka oleh golongan Syiah untuk memburuk Muawiyah bin Abi Sufyan, sahabah Nabi s.a.w. hanya kerana dendam politik. Seorang tokoh sejarah, Munir al-Ghadban menyebut: “Aku tidak berpendapat bahawa adanya suatu peribadi – di dalam sejarah Islam yang terdiri daripada kalangan para sahabah yang awal, yang ditarbiah dengan tangan Rasulullah dan mereka yang hidup dengan wahyu langit, lalu diperburukkan, dibohongi mengenainya dan didustakan kepadanya seperti yang terkena pada Muawiyah bin Abi Sufyan. Sesungguhnya kebanyakan maklumat yang terlekat di pemikiran orang ramai telah diterima sebagai sesuatu yang tidak diragui lagi dan tidak boleh untuk dipertikaikan. Maklumat itu tidak bersesuaian sama sekali dengan darjat yang sepatutnya bagi seorang sahabah Nabi. Gambaran Muawiyah pada pemikiran orang ramai ialah seorang yang menuntut kuasa, ahli politik yang cekap, seorang yang mencari kesempatan, dia tidak pernah menghiraukan apa pun dalam usahanya untuk sampai kepada kekuasaan dan seorang yang bertarung kerana inginkan kuasa serta bertindak membunuh berpuluh-puluh ribu orang lain semata-mata untuk menjadi khalifah. Inilah gambarannya yang bertentangan dengan perasaan dan fitrah setiap muslim, namun tiada ganti baginya kerana buku-buku sejarah menyebut demikian. (Munir al-Ghadban, Muawiyah bin Abi Sufyan, m.s. 5 Syria, Dar al-Qalam). Demikian riwayat-riwayat bohong yang menggambarkan Khalifah Harun al-Rasyid suka berfoya-foya. Bahkan masyhur di kalangan sesetengah masyarakat bahawa dia sering ditipu oleh ‘kaki belit’, Abu Nawas. Ramai yang membaca kisah bohong itu dan tersengih melihat bagaimana dia berjaya mempersendakan Khalifah Harun al-Rasyid. Sedangkan kata Ibn Khaldun (meninggal 808H): “Adapun apa yang dipalsukan oleh hikayat mengenai Harun al-Rasyid yang selalu meminum arak dan mabuk seperti mabuknya kaki arak, Allah memelihara daripada itu semua! Kita tidak pernah tahu dia seorang yang berbuat jahat. Mana mungkin ini semua dengan keadaannya yang melaksanakan tanggungjawab agama dan keadilan bagi kedudukannya sebagai khalifah. Seorang yang mendampingi ulama dan aulia. Selalu berbincang dengan al-Fudail bin ‘Iyad, Ibn al-Sammak dan al-‘Umari. Selalu berutusan surat dengan Sufyan al-Thauri, menangis mendengar nasihat mereka, berdoa di Mekah ketika tawaf, kuat beribadah, menjaga waktu solat dan hadir solat subuh pada awal waktu.” (Ibn Khaldun, Muqaddimah Ibn Khaldun, m.s. 17, Beirut: Dar al-Fikr). Kadangkala kebencian dan dendam membawa sesetengah pihak menghalalkan diri mereka mencipta kisah dusta memfitnah orang lain. Kemudian orang ramai pula menelankan tanpa menyedari bahawa jika itu satu fitnah pembohongan, mereka akan dihukum oleh Allah pada hari kiamat kelak kerana menyebarkan fitnah terhadap muslim yang lain. Apatah lagi jika muslim itu sahabah Nabi s.a.w. atau orang soleh atau tokoh ilmuwan Islam. Sekalipun jika individu itu bukan terkenal sebagai orang soleh dan baragama, kita tidak boleh menzaliminya dengan membuat cerita bohong terhadapnya. Lihatlah apa yang dilakukan oleh penyelewengan sejarah terhadap Yazid bin Muawiyah dengan menuduh dia membunuh cucu Nabi s.a.w. Sayidina Husain bin Ali. Sehingga dia dilaknat dan ditohmah dengan berbagai-bagai tohmahan. Padahal tiada bukti pun yang menunjukkan demikian. Kata Ibn Taimiyyah (meninggal 728H): “Yazid bin Muawiyah lahir pada zaman khalifah ‘Uthman bin ‘Affan. Beliau tidak bertemu dengan Nabi s.a.w. dan tidak termasuk dalam kalangan sahabah dengan sepakat ulama. Dia juga tidak termasuk di kalangan yang terkenal dengan agama dan kesolehan. Dia adalah salah seorang pemuda muslimin. Dia tidak kafir atau zindik. Memegang jawatan selepas ayahnya dengan kebencian sebahagian kaum muslimin dan reda sebahagian yang lain. Dia adalah seorang yang berani dan bermurah hati. Dia bukan seorang yang menzahirkan perkara-perkara keji (maksiat) seperti yang dituduh oleh musuh-musuhnya.” (Ibn Taimiyyah, Majmu’ al-Fatawa, 2/253, Riyad: Maktab al-‘Abikan). Adapun peristiwa pembunuhan cucu Nabi s.a.w. Husain bin Ali tidak ada bukti dia menyuruhnya atau terlibat dengannya. Bahkan ahli sejarah yang adil meriwayatkan beliau menangis atas kematian Husain dan melaknat pembunuhnya. Penduduk Syam turut menangis. Bahkan hubungan baik Yazid dan anak Sayidina Husain iaitu Ali bin Husain berterusan selepas itu. Mereka sering mengutus surat. Bahkan Ali bin Husain menganggap yang membunuh ayahnya adalah Syiah di Kufah yang menjemput ayahnya dan menipunya. Cuma Yazid dipertikaikan kerana tidak membunuh balas terhadap pembunuh Husain. Kata Ibn al-Salah (meninggal 643H): “Tidak sahih di sisi kami bahawa Yazid memerintahkan agar dibunuh Husain. Riwayat yang dipercayai menyatakan perintah membunuh al-Husain datang dari orang yang mengepalai pembunuhannya iaitu ‘Ubaid Allah bin Ziyad, gabenor Iraq ketika itu.” (Ibn Tulun, Qaid al-Syarid min Akhbar Yazid, Kaherah: Dar al-Sahwah). Maka, kita dapat menerima sesetengah pihak yang memudah-mudahkan menerima kisah buruk hanya kerana yang dikaitkan itu artis atau orang politik atau orang yang tidak dipandang tinggi dalam agama. Dosa tetap dosa. Para wartawan hendaklah sedar. Jangan dalam keghairahan mengejar berita sensasi, mereka melanggar hak-hak insan yang dipelihara agama. Para ulama juga bukan sedikit yang menjadi mangsa penyelewengan fakta. Cumanya fitnah terhadap tokoh-tokoh ilmuwan agama ini kebanyakannya lahir dari sentimen ketaksuban sesama golongan agama itu sendiri. Hal ini mengenai pelbagai tokoh termasuk al-Imam al-Syafii, al-Bukhari, Ibn Taimiyyah, Muhammad bin Abdul Wahhab dan ramai yang lain. Contohnya, di sana ada kitab yang dusta mengenai al-Rihlah ila al-Rasyid (Kembara Menuju Harun al-Rasyid) yang disandarkan secara palsu kepada al-Imam al-Syafii. Dalam kitab tersebut banyak riwayat yang bohong dan karut. Antara ianya mencerita bahawa Al-Imam al-Syafii bertemu dengan al-Qadi Abu Yusuf (w 182H), tokoh utama mazhab Abi Hanifah di Baghdad, sedangkan al-Qadi Abu Yusuf meninggal sebelum al- Imam al-Syafii masuk ke Baghdad. Lebih buruk lagi ia menceritakan tokoh terkenal ulama Islam al-Imam Muhammad bin Hasan al-Syaibani (w 189H) dan juga al-Qadi Abu Yusuf merancang agar al-Imam al-Syafii dibunuh dengan membuat dakwaan terhadapnya di hadapan khalifah. Ini adalah fitnah besar terhadap kedua imam agung tersebut. Kedudukan kedua-dua imam itu memustahilkan mereka melakukan perkara yang seperti itu. Kisah ini semata-mata untuk memperlihatkan ketaksuban kepada imam al-Syafii. Semuanya datang daripada ‘Abd Allah bin Muhammad al-Balawi, seorang pendusta. Malangnya beberapa tokoh memetik apa yang diriwayatkannya tanpa menjelaskan pembohongan isi kandungannya. Sedangkan menurut kajian al-Imam Ibn Kathir (meninggal 774H) al-Imam al-Syafii datang ke Baghdad pada tahun 184H. Beliau berdialog dengan al-Imam Muhammad bin al-Hasan al-Syaibani di hadapan khalifah Harun al-Rasyid. Muhammad bin al-Hasan memuji al-Imam al-Syafii disebabkan kebijaksanaannya. Sehingga beliau memuliakan al-Imam al-Syafii dan mengambilnya sebagai tetamu. Adapun Al-Qadi Abu Yusuf telah meninggal setahun, atau dua tahun sebelum itu. (Ibn Kathir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 10/263, cetakan Dar al-Kutub al-‘ilmiyyah, Beirut). Demikian fitnah yang dikenakan kepada Syeikhul Islam Ibn Taimiyyah. Hanya kerana hasad dan taksub. Di Malaysia ini pun ada ‘tukang penyebar fitnah terhadap Ibn Taimiyyah’. Tujuannya agar cubaan membawa Islam dengan lebih terbuka dan ilmiah dapat dihalang. Maka seperti biasa Ibn Taimiyyah dituduh sebagai wahhabi, padahal dia meninggal pada tahun 728H dan al-Imam Muhammad Abdul Wahhab lahir pada 1115H, iaitu hampir empat ratus sebelum kelahiran Muhammad bin Abdul Wahhab. Ilmu Ibn Taimiyyah juga jauh mengatasi keilmuwan Muhammad bin Abdul Wahhab. Ibn Taimiyyah telah membayar harga yang mahal untuk perjuangan pembaharuan yang dilakukan pada zamannya. Setiap kali gerakan perbaharuan berlaku, sejarah akan mengenangnya. Musuh-musuh pembaharuan pula akan membangkitkan semula fitnah terhadapnya. Pada zamannya musuh-musuh beliau dari kalangan ahli-ahli khurafat, syiah dan tarikat yang melampau telah menabur fitnah yang begitu dahsyat terhadap beliau. Dengan harapan, jatuhnya Ibn Taimiyyah, dapatlah mereka bermaharajalela. Tokoh dakwah terkenal Maulana Abu al-Hasan ‘Ali al-Nadwi, dalam bukunya “Al-Hafiz Ahmad bin Taimiyyah” menceritakan bagaimana golongan yang sesat berusaha agar Ibn Taimiyyah dipenjarakan. Apabila dipenjarakan, mereka kembali berani menyebarkan kesesatan. Maka, para ulama pada zaman tersebut mulai sedar betapa besar dan pentingnya peranan Ibn Taimiyyah. Mereka mula menulis surat, merayu dan membelanya di hadapan pemerintah, sehingga al-Nadwi menyebut: “Ahli bidaah dan hawa nafsu yang cuba untuk menonjolkan diri sebagai bermazhab Ahli sunah, untuk menipu para pemerintah dan hakim (agar menangkap Ibn Taimiyyiah). Sebaik sahaja berjaya penipuan mereka, maka orang ramai pun nampaklah kejahatan mereka, dan golongan tersebut mulalah menonjol dan tidak bersembunyi lagi.” (Abu Hasan ‘Ali al-Nadwi, Al-Hafiz Ahmad bin Taimiyyah, Kuwait: Dar al-Qalam) Jika kita perhatikan tokoh-tokoh umat pada zaman lalu dan kini, mereka banyak mengambil manfaat daripada khazanah Ibn Taimiyyah. Lihat alNadwi yang saya sebutkan di atas. Demikian juga al-Syeikh Yusuf al-Qaradawi pernah menyebut “Al-Imam Ibn Taimiyyah ialah daripada kalangan ulama umat yang aku sayangi, bahkan barangkali dialah yang paling hatiku sayangi di kalangan mereka dan paling dekat kepada pemikiranku.” (Al-Qaradawi, Kaif Nata‘amul ma‘a al-Sunnah, Mesir: Dar al-Wafa). Justeru, kita hendaklah berhati-hati dengan fitnah dan khabar buruk yang disebarkan. Orang yang difitnah tidak rugi di sisi Allah selagi dia ikhlas dan lurus dengan Allah. Namun yang memfitnah dan menyebarkan fitnah, akan menanggung bebanan dosa itu. Janganlah kita jadi seperti masyarakat lalat hijau yang gemarkan bahan busuk, dan akan mati jika disiram air wangi. Dengari firman Allah (maksudnya): Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita dusta itu segolongan dari kalangan kamu; janganlah kamu menyangka (berita yang dusta) itu buruk bagi kamu, bahkan ia baik bagi kamu. Tiap-tiap seorang di antara mereka akan mendapat hukuman sepadan dengan kesalahan yang dilakukannya itu, dan orang yang mengambil bahagian besar dalam menyiarkannya antara mereka, akan beroleh seksa yang besar (di dunia dan di akhirat). Sepatutnya semasa kamu mendengar tuduhan itu, orang-orang yang beriman – lelaki dan perempuan, menaruh baik sangka kepada diri mereka sendiri (sesama mukmin) dan berkata: “Ini ialah tuduhan dusta yang nyata.” (surah al-Nur 11-12).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Cinta Ibnu Taimiyah, Husein bin Ali as atau Yazid bin Muawiyah? oleh uzma</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2008/03/05/cinta-ibnu-taimiyah-husein-bin-ali-as-atau-yazid-bin-muawiyah/#comment-652</link>
		<dc:creator>uzma</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 04:48:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=160#comment-652</guid>
		<description>salam... kite kena berhati2 krn skrg byk para orientalis menyerang Islam dr sudut sejarah.. mereka memutar belitkan sejarah utk menunjukkan bhw islam ini penuh dgn keganasan, criminal, korupsi dll...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam&#8230; kite kena berhati2 krn skrg byk para orientalis menyerang Islam dr sudut sejarah.. mereka memutar belitkan sejarah utk menunjukkan bhw islam ini penuh dgn keganasan, criminal, korupsi dll&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kasus Marwa el-Sherbini: Iran Panggil Dubes Jerman oleh un2kmu</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2009/07/12/kasus-marwa-el-sherbini-iran-panggil-dubes-jerman/#comment-647</link>
		<dc:creator>un2kmu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 22:41:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=359#comment-647</guid>
		<description>Mengapa kisah Marwa El-Sherbini tidak diekspose di media-media lokal Indonesia? Apakah negeri ini telah menjadi negeri yang sekuler yang hanya mengumbar-umbar nilai-nilai tanpa mengetahui prinsip dan penerapannya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa kisah Marwa El-Sherbini tidak diekspose di media-media lokal Indonesia? Apakah negeri ini telah menjadi negeri yang sekuler yang hanya mengumbar-umbar nilai-nilai tanpa mengetahui prinsip dan penerapannya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di BERITA FOTO: Ngeri! Evakuasi Korban Gempa di Cibinong oleh hasan karim</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2009/09/03/berita-foto-ngeri-evakuasi-korban-gempa-di-cibinong/#comment-645</link>
		<dc:creator>hasan karim</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 14:33:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=459#comment-645</guid>
		<description>Nantinya seperti setiap ada bencana di negeri ini para ustad dan khatib, sibuk mengkambing hitamkan para korban bencana, 
mereka mengatakan: bahwa ini semua azab Tuhan gara-gara dosa-dosa mereka... tanpa memperhatikan bahwa negara kita memang berada di garis rawan gempa dan juga tanpa memperhatikan kesiapan kita (baca: pemerintah dalam menangani paska gempa dan sesudah gempa) 

Jepang negeri yang berada di daerah rawan gempa sebagaimana negeri kita, tapi dengan tehnologinya berhasil memperkecil jumlah korban gempa..

Semoga Allah memberi ketabahan dan kesabaran kepada para korban dalam menghadapi cobaan ini...!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nantinya seperti setiap ada bencana di negeri ini para ustad dan khatib, sibuk mengkambing hitamkan para korban bencana,<br />
mereka mengatakan: bahwa ini semua azab Tuhan gara-gara dosa-dosa mereka&#8230; tanpa memperhatikan bahwa negara kita memang berada di garis rawan gempa dan juga tanpa memperhatikan kesiapan kita (baca: pemerintah dalam menangani paska gempa dan sesudah gempa) </p>
<p>Jepang negeri yang berada di daerah rawan gempa sebagaimana negeri kita, tapi dengan tehnologinya berhasil memperkecil jumlah korban gempa..</p>
<p>Semoga Allah memberi ketabahan dan kesabaran kepada para korban dalam menghadapi cobaan ini&#8230;!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Jarak antara Neda dan Marwa oleh BaNi MusTajaB</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2009/07/12/jarak-antara-neda-dan-marwa/#comment-643</link>
		<dc:creator>BaNi MusTajaB</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 20:42:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=362#comment-643</guid>
		<description>Hendaknya kita terus mengumandangkan penetapan tanggal 1 Juli sebagai: Hari Jilbab Sedunia (The World Hijab Day / The Global Day for Hijab)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hendaknya kita terus mengumandangkan penetapan tanggal 1 Juli sebagai: Hari Jilbab Sedunia (The World Hijab Day / The Global Day for Hijab)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Profil Prof. DR Jalaluddin Rakhmat oleh eddy yusup</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2009/07/08/338/#comment-642</link>
		<dc:creator>eddy yusup</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 15:46:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=338#comment-642</guid>
		<description>ass.wr.wb. salam kanggo kang jalal, perjuangan akang kedah diteraskeun utamina kanggo umat islam di kota Bandung, kang jalal teh asset Sunda khususna asset Bandung. Mangga urang Bandung anu muslim utamina paparin cahaya ku kang jalal, supados aya dina kasalametan sadayana, amiin. pribados ngadukung kana perjuangan akang anu sae ieu kanggo kamaslahatan Umat. jag..wilujeung, doa na. Wass.wr.wb.

eddy yusup
sarijadi 4/no 54 bdg.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass.wr.wb. salam kanggo kang jalal, perjuangan akang kedah diteraskeun utamina kanggo umat islam di kota Bandung, kang jalal teh asset Sunda khususna asset Bandung. Mangga urang Bandung anu muslim utamina paparin cahaya ku kang jalal, supados aya dina kasalametan sadayana, amiin. pribados ngadukung kana perjuangan akang anu sae ieu kanggo kamaslahatan Umat. jag..wilujeung, doa na. Wass.wr.wb.</p>
<p>eddy yusup<br />
sarijadi 4/no 54 bdg.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Haidar Bagir: Peradaban di Baghdad Sulit Dipulihkan oleh buku anak muslim</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2009/08/06/haidar-bagir-peradaban-di-baghdad-sulit-dipulihkan/#comment-640</link>
		<dc:creator>buku anak muslim</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 09:11:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/?p=437#comment-640</guid>
		<description>umat Islam seharusnya bangkit dengan segala kenyataan ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>umat Islam seharusnya bangkit dengan segala kenyataan ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
