Kamar Dagang Israel di Jakarta: Zionisasi Indonesia?

Kamar Dagang Israel di Jakarta: Zionisasi Indonesia?

SUMBER: http://www.islammuhammadi.com/content/view/1413/119/

Ini bukan rumor, ini bukan gosip. Tapi ini sinyalemen. Agustus 2009 lalu, sembilan pengusaha Israel yang tergabung dalam Israel Export and International  Cooperation Institute berkunjung ke Indonesia. Sekadar bisnis dan wisata? Tentu saja naif jika menduga seperti itu. Pasti ada agenda strategis yang dibicarakan.

Itulah sebabnya spekulasi akan dibukanya hubungan dagang Indonesia-Israel menjadi semakin santer. Karena kesembilan pengusaha tersebut secara teknis merupakan anggota KADIN Israel. Meski kunjungan mereka ini dengan dalih kunjungan balasan KADIN Indonesia ke Israel pada 2006 lalu.


Apalagi ketika Atase perdagangan Israel di Singapore Ana Katz secara resmi menegaskan melalui Jerusalem Post bahwa kunjungan para pengusaha Israel ke Indonesia tersebut bertujuan untuk membangun infrastruktur agar hubungan dagang kedua negara diaku secara hukum.

Tak pelak lagi bahwa kontak-kontak informal antara KADIN Israel dan Indonesia sudah berlangsung sejak lama. Pada 25-29 Juni 2006 lalu, pengurus KADIN memang berkunjug ke Israel. Mereka adalah Ketua KADIN MS Hidayat, Chris Kanter, Shinta Wijaya, Kamdani, John Prasetyo, Sandiaga Uno, Maxi Gunawan, Fachry Thayeb, serta dua pengurus NU yang berprofesi sebagai pengusaha yaitu Suhairi dan Masdar Subagyo.

Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, dikabarkan juga turut serta mantan Menteri Perdagangan Let Jen (purn) Luhut Panjaitan. Menurut situs Israel-Asia Center, tokoh sentral yang mengatur pertemuan kedua delegasi dagang tersebut adalah Emanuel Shahaf. Dia lah yang dikabarkan sangat antusias menggolkan hubungan dagang Indonesia-Israel. Apalagi dia juga yang sekarang menjadi Ketua KADIN Israel.

Yang menarik dari cerita ini, Emanuel Shahaf tercatat merupakan anggota badan intelijen Israel MOSSAD. Dan sempat bertugas sebagai diplomat di Asia Tenggara pada 2000-2005.

Terlepas kedua negara belum memiliki infrastruktur yang memungkinkan hubungan dagang kedua negara memiliki legalitas, namun beberapa pengusaha Yahudi memang sudah beriventasi di Indonesia. Antara lain adalah George Soros. Spekulan mata uang ini dikabarkan berinvesitasi di Aceh di bidang Kelapa Sawit.

Selain Soros, Grup Merhav, sebuah kelompok usaha Swasta asal Israel, dikabarkan telah menanam investasi sebesar US$ 350 juta untuk pengembangan biofuel bekerjasama dengan perusahaan budi daya tanaman jarak pagar di Nusa Tenggara Timur.

Di bidang media massa pun beberapa pengusaha Yahudi pun sudah mulai menanam modal. Antara lain adalah Gavin O’Reilly, CEO The Independent News Media Group (INM). Siapa Gavin?

Gavin adalah putra Sir Anthony O’Reilly, miliader Yahudi Irlandia, yang masuk daftar 288 pengusaha Yahudi terkaya dunia versi Jewish Watch.

Lalu, apa agenda kedua negara jika memang serius untuk membuka hubungan dagang? Memang belum ada informasi lebih lanjut. Namun sekadar informasi, pada Januari 2001 Luhut Panjaitan, Menteri Perdagangan dan Industri era Presiden Wahid, mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. 23/MPP/01/2001 untuk mencabut Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. 102/SK/VIII/1967 tentang Pelaksanaan Peraturan-Peraturan di bidang Kebijakan Ekspor dan Pemasaran Barang-Barang produksi Indonesia.

Mungkinkah surat Memperindag 23/2001 inilah yang menjadi dasar KADIN Indonesia untuk membuka hubungan dagang dengan Israel?. [islammuhammadi/mt/gfi]

Tinggalkan Balasan