Tanggapan (Tak Serius) Buat Ulil (Soal Palestina)

Tanggapan (Tak Serius) Buat Ulil

SUMBER: musakazhim.wordpress.com

Oleh Musa Kazhim

Senyampang zionis Israel membombardir warga Gaza yang tak berdaya, beberapa pentolan kelompok yang dekat dengan Israel di Indonesia mencoba dengan beragam jurus lama dan baru untuk membela teman zionisnya. Mereka seperti cacing kepanasan menyaksikan kutukan dunia yang bertubi-tubi atas Israel.

Saya sendiri melihat beberapa dari mereka blingsatan mencari-cari dalih di depan televisi. Mengapa mereka begitu memiliki beban moral dengan agresi Israel, dan melompat ke kanan dan ke kiri untuk mengail barang satu atau dua justifikasi untuk membela Israel? Saya serahkan pada Anda untuk menjawabnya.

Saya sepenuhnya sadar bahwa semua tulisan itu sudah tak layak dianggap serius atau ditanggapi. Tapi, saya mendapat beberapa email untuk tetap menanggapi, meski dengan cara seadanya. Alasan moral teman-teman, karena saya telah memuatnya di blog saya.

Dalam salah satu tulisan di atas, Ulil secara naif menjadikan jumlah sedikit pemeluk Yahudi sebagai dalih bahwa agama itu bersifat damai dan non-misionaris, anti imperialis dan tak ekspansif. Padahal, faktanya, Yahudi adalah satu-satunya agama di dunia ini yang esensinya terikat dengan ras tertentu. Saya tidak tahu apakah ada agama lain di dunia ini, betapapun sangat primitif, begitu terikat dengan kesukuan lebih daripada Yahudi. Akibatnya, Yahudi menjadi satu-satunya agama yang memang tak mungkin berkembang. Turunan Cina dan India, Jawa dan Madura, Arab dan Persia jelas tak bisa memeluk agama ini.

Lucunya atau tak lucunya, upaya Ulil membawa-bawa agama dalam meninjau konflik Timur Tengah justru bertentangan dengan kebiasaannya. Entah sengaja atau tidak, upaya itu malah bisa memperteguh ekstremisme yang konon selama ini dia perangi. Apa lacur, ada udang di balik kerupuk. Ada keasyikan mempermainkan sentimen umat Islam untuk membakar radikalisme yang pada gilirannya bisa memberi raison d’etre bagi misi pluralisme bohong-bohongan.

Faktanya, berbagai lapisan masyarakat turun ke jalan2 di puluhan ibukota dunia menunjukkan bahwa analisis psiko-religius ala Ulil itu jelas mengada-ada. Ia tak punya pijakan kenyataan sama sekali.

Setelah itu, tulisan justifikasi itu berbicara soal pencaplokan wilayah oleh kaum Muslim. Tentu saja, Ulil mengabaikan fakta bahwa pencaplokan, aneksasi, invasi, penjajahan dan sebagainya itu termasuk bagian dari inovasi modern yang muncul sebagai konsekuensi kemunculan konsep negara-bangsa modern (modern nation-state).

Selain gagal membangun fondasi terminologisnya, argumen Ulil juga sangat menyimpang. Menyamakan aksi Israel atas bangsa Palestina dengan futuh Islam itu sama saja dengan menyamakan minyak goreng dan oli mesin. Kalau mau kita cari2 persamaan antara minyak goreng dan oli, maka kita pasti akan menemukan beberapa di antaranya: sama-sama minyak, sama-sama tahan panas, sama-sama produk manusia yang dipakai khusus dalam masyarakat manusia, dan sebagainya. Tapi, orang yang sampai hati (dan sampai akal) menyamakan minyak goreng dan oli mesin tak perlulah kita anggap normal. Kita hanya perlu memaklumi kekurangannya.

Sampai di sini, rasanya kita sudah melihat betapa kandungan alasan-alasan selanjutnya itu sama sekali tak punya dasar ilmiah. Perang dalam Islam punya konteks yang beragam: membela diri (Badar, Uhud), menolong komunitas yang terancam oleh kekuatan lebih besar (Tabuk), dan sebagainya. Argumen lebih panjang tersedia dalam buku Fitnah Fitna, karya yang saya tulis bersama Alfian Hamzah awal tahun kemarin.

Prasangka tak berdasar ini sayangnya diakhiri dengan gincu norak: ajakan otokritik. Karena, menurut Ulil, umat Islam sering mengkambinghitamkan faktor eksternal atas segala masalah yang ada. Ajakan moral ini menggelikan jika kita melihat konteks tulisan Ulil yang ingin menjelaskan serangan zionis Israel ke Gaza—sesuatu yang jelas-jelas bersifat eksternal. Atau mungkin saja Ulil sedang mengalami kedinginan sangat di AS sana sampai dia lupa mengikuti konteks tulisan dan merepet kemana-mana.

5 Tanggapan

  1. KUTUKAN DUNIA MANA??dunia arab aja gak ngutuk.barat melaknat hamas,hilary clinton menolak bicara dengan hamas.
    kebanyakan nonton tv lokal ente.jadi bahlul

  2. kalian pikir dunia barat lupa peristiwa 11 september?
    pembunuhan theo van goch.,dan berbagai serangan arab terorist.
    yang demo2 kartun muhamad,film fitna.sampai serangan israel ke gaza adalah sebagian besar buruh migran pendatang dari negara2afrika utara,turky dan pakistan gembel2itu hidup dari belaskasihan dan bekerja disektor paling bawah.mereka adalah paria baru di eropa.dan menyalah gunakan demokrasi di eropa.
    suara mereka bukan suara rakyat eropa.
    biar kamu tau.rakyat eropa tidak menaruh kasihan kepada mereka yang pernah menyerangnya.termasuk bom bali.
    waktu tsunami di aceh eropa pemasuk bantuan terbesar.
    apa yang eropa terima dari muslimin di indonesia???
    kemanakah uang tersebut????
    pernahkah aceh mengucap terima kasih.sebagai mahluk yang beradab??

  3. israel telah membuktikan harga dirinya dan siap menyerang siapa saja yang merongrong keamanan negerinya.
    dan israel walau kau kilah bagaimana adalah pemenang dari serombongan orang2 angkuh berikat kepala mengacung senjata kacangan berakal bodoh.mulut besar.sama seperti mulut besarnya pks.yang sangat lemah tapi sok kuat.
    kelihatan sekali keberpihakakan tuhan kepada bani israel yang memang dimulyakan.nabi2yang pks mulyakan sebagian besar bani israel.
    tanya tuhan kenapa.arab bodoh lahir dari gundik ibrahim yang berbangsa mesir(budak ibrahim dari mesir)
    mengapa israel dari isteri syah sejati ibrahim.
    kalian boleh menghindari fakta mencoba menutup matahari dengan telapak tangan kalian.tetapi matahari tetap menyinari bumi.

  4. Ulil dan konco2nya adalah kacung2 dan jongos AS. yang ucapannya sok ilmiah tapi saling kontradiksi satu samalain.
    gayannya sok demokrasi, liberal dll eh ujung2nya menjilat dolarnya barat dan servis gratis wanita murahan barat.

    kalo ulil dan konco2nya masih dapat dolar dan uang tapi yang ngaku bernama jhatilreog, lebih tragis lagi jadi jongos dan kacungnya barat tanpa imbalan apa2…. kasihan !!

  5. Israel adalah si Licik dan looser keok di libanon melawan hizbullah. mencoba menunjukkan kekuatannya melawan hamas.

    tapi apa lacur, baik hizbullah maupun hamas yang boleh dibilang gajah lawan semut. tank dan pesawat canggih lawan bedil rakitan garasi…. eh ternyata Israel tak mampu menguasai gaza apalagi libanon, bahkan pasukannya hanya mampu membunuh anak2, wanita, dan orang2 tak berdosa lainnya… !!

    malu2in aja !!

    barat yang sok manusiawi telah membuka topeng KEMUNAFIKANNYA.

    tiada penjajah yang kekal di dunia kita tunggu kehancuran Israel dalam waktu dekat

Tinggalkan Balasan