Amerika Serikat Ingin Lebih Lama di Irak
Tidak masuk akal menyamakan situasi Irak saat ini dengan Korsel pasca-Perang Korea.
WASHINGTON — Amerika Serikat (AS) berniat terus menduduki Irak. Sejumlah pejabat pemerintahan dan militer AS baik di Washington maupun Baghdad kini sedang mendiskusikan keberadaan pangkalan militer permanen di Irak, seperti yang telah mereka lakukan di Korea Selatan (Korsel).
Seorang petinggi militer AS di Irak, Senin (11/6), mengatakan AS sedang berencana melebur setidaknya 100 basis militer AS di Irak menjadi empat pangkalan militer permanen. Pejabat ini mengatakan keempat pangkalan militer permanen itu akan berlokasi di Irak Utara, Irak Selatan, Irak Barat, dan Irak Tengah. Pangkalan militer permanen ini menurutnya menjadi bagian dari rencana mundur AS dari Irak.
Sementara itu, sumber di Washington mengatakan keberadaan pangkalan militer permanen tersebut telah disiapkan sejak dua setengah tahun lalu. Sebelumnya, AS megatakan tidak mempunyai rencana membangun pangkalan militer permanen di Irak. Namun, mantan Menteri Pertahanan, Donald Rumsfeld, mengatakan AS mungkin akan merundingkan keberadaan fasilitas tersebut dengan pemerintah Irak.
Gagasan ini secara terbuka baru dilempar ke publik pada beberapa waktu terakhir ini. Juru Bicara Gedung Putih, Tony Snow, misalnya, beberapa hari lalu kembali melontarkan perlunya pangkalan militer permanen di Irak. Pada saat yang sama, pengganti Rumsfeld, Robert Gates, berbicara mengenai kehadiran AS yang lebih lama di Irak.
Sumber di Pentagon mengatakan tujuannya untuk mendukung pemerintah Irak, di dalamnya termasuk melatih dan memperkuat militer Irak. Di luar itu, AS berkeinginan agar fasilitas itu bisa menjadi payung bagi perang melawan kelompok Alqaidah ataupun organisasi teror lainnya. Seperti di Korsel, ungkap sumber ini, pemerintah mungkin akan menempatkan sekitar 30 hingga 50 ribu tentaranya untuk waktu yang lama.
Pentagon, seperti ditulis situs CSMonitor, telah menghabiskan anggaran sebesar satu miliar dolar AS untuk membangun bunker dan fasilitas lain yang menunjang keberadaan mereka di Irak. Selain itu, Pentagon juga telah membangun kamp militer Anakonda di Balad, Irak Utara, yang dapat dijadikan pangkalan militer permanen. Kamp ini menempati areal seluas 22 kilometer persegi dengan fasilitas berupa dua kolam renang, tempat kebugaran, lapangan golf mini, dan teater.
Sejumlah pengamat politik dan militer langsung mengecam pedas langkah ini. Mereka menilai keberadaan pangkalan militer AS di Irak hanya akan memperhebat aksi kekerasan dan mempertebal kesan AS sebagai penjajah. Mereka juga menilai sangat tidak masuk akal menyamakan situasi Irak saat ini dengan situasi Korsel usai berakhirnya perang dua Korea. ”Ini adalah rencana bodoh yang seharusnya tidak dilakukan pemerintah,” tegas Ralph Peters, pensiunan intelijen AS untuk urusan Timur Tengah.
Hal senada dikatakan Michael O’Hanlon, pakar militer dari Brookings Institution, Washington. Menurutnya, rencana tersebut hanya berdasarkan pada spekulasi semata tanpa alasan yang jelas. O’Hanlon juga tidak yakin jika pangkalan militer tersebut akan membantu menciptakan stabilitas keamanan di Irak.
”Sangat tidak masuk akal menganalogikan Irak dengan Korsel. Korsel terancam oleh musuh eksternal, sedangkan Irak oleh kekacauan internal,” tegas O’Hanlon. ”Kita telah bertahun-tahun di Irak dan sangat tidak membantu jika kita berbicara dalam kerangka waktu berpuluh-puluh tahun. Itu adalah sesuatu yang tidak membantu karena seberapa keras kita berusaha, kita telah menjadi bagian dari sebuah sebab kacaunya situasi Irak saat ini,” lanjutnya.
Di luar keberatan mereka, keberadaan pangkalan militer permanen di Irak berarti melanggar keputusan Senat dan Parlemen tahun lalu yang melarang adanya pangkalan militer permanen di Irak. Tahun lalu, dalam amandemen anggaran belanja militer, baik Senat maupun Parlemen melarang adanya pangkalan militer permanen di Irak. ap/afp/lan
Fakta Angka:
30 – 50 ribu tentara
Kemungkinan ditempatkan di pangkalan militer permanen AS di Irak.
( )
Sumber: Harian Republika
DIarsipkan di bawah: Berita/News


