<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Dan Teks Agama Islam pun Tidak Mendukung Pluralisme Agama</title>
	<atom:link href="http://bondett.wordpress.com/2007/06/10/dan-teks-agama-islam-pun-tidak-mendukung-pluralisme-agama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bondett.wordpress.com/2007/06/10/dan-teks-agama-islam-pun-tidak-mendukung-pluralisme-agama/</link>
	<description>Belajar Dan Menggali Ilmu Dari Semua Untuk Semua</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 09:56:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Arief QL</title>
		<link>http://bondett.wordpress.com/2007/06/10/dan-teks-agama-islam-pun-tidak-mendukung-pluralisme-agama/#comment-476</link>
		<dc:creator>Arief QL</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 10:20:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bondett.wordpress.com/2007/06/10/dan-teks-agama-islam-pun-tidak-mendukung-pluralisme-agama/#comment-476</guid>
		<description>Pluralisme yang Islami adalah sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad, yaitu menghargai/menghormati keyakinan &amp; agama orang lain. Itu yg utama. Sedangkan pembahasan pada awal tulisan di atas adalah pelarangan untuk memulai lebih dulu membicarakan agama lain, yg mana tentunya jika dilanggar akan berakibat kepada debat kusir yg ujung-ujungnya adalah pertumpahan darah. Mungkin sebenarnya hal itulah yg mendasar, sehingga Nabi melarang. 
Pluralisme bukan berarti mengakui agama lain adalah sama benarnya dengan agama sendiri, sama sekali bukan itu kalau menurut pendapat pribadi saya. Pluralisme adalah dalam konteks kehidupan sehari-hari agar hidup berdampingan secara damai di antara umat berbagai agama.
Contoh nyata kehidupan Nabi dan para Khalifah yang menjalankan pluralisme (dalam arti menghormati keyakinan umat lain) sudah banyak jika kita mau menggali. Bahkan Allah SWT pun pada akhirnya berfirman bahwa hanya Allahlah tempat kembali, dan pada akhir zaman nanti Allah sendiri yg akan menyelesaikan apapun yg diperselisihkan manusia (di sini Allah tidak menyebut agama tertentu, meskipun ayatnya dalam konteks membicarakan umat agama lain). Lantas, apakah kita yg hanya sebagai umat manusia akan mendahului ketentuan Allah SWT yg mana dengan firmanNya kita bisa hidup dan beriman?
Yg utama di dalam Islam adalah sholat, berbuat baik kepada orang tua, fakir miskin, yatim piatu (tidak disebutkan agamanya). Bahkan di dalam ayat-2 yg bercerita tentang peperangan, tidak satupun dimulai oleh Rasulullah. Nabi hanya mengikuti perintah Allah untuk membalas serangan. 

Kesimpulan dari saya, pluralisme maknanya sangat luas, harus dipahami dari sisi mana kita sebagai muslim memandang pluralisme. Bila konteksnya adalah menganggap benar agama lain, adalah keliru. Tetapi bila konteksnya adalah menghormati umat agama lain dalam rangka kerukunan hidup sosial kemasyarakatan, saya rasa tidak satupun ayat Qur&#039;an maupun Hadist yg menyatakan sebagai hal yg berdosa.

Wassalam. Arief QL</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pluralisme yang Islami adalah sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad, yaitu menghargai/menghormati keyakinan &amp; agama orang lain. Itu yg utama. Sedangkan pembahasan pada awal tulisan di atas adalah pelarangan untuk memulai lebih dulu membicarakan agama lain, yg mana tentunya jika dilanggar akan berakibat kepada debat kusir yg ujung-ujungnya adalah pertumpahan darah. Mungkin sebenarnya hal itulah yg mendasar, sehingga Nabi melarang.<br />
Pluralisme bukan berarti mengakui agama lain adalah sama benarnya dengan agama sendiri, sama sekali bukan itu kalau menurut pendapat pribadi saya. Pluralisme adalah dalam konteks kehidupan sehari-hari agar hidup berdampingan secara damai di antara umat berbagai agama.<br />
Contoh nyata kehidupan Nabi dan para Khalifah yang menjalankan pluralisme (dalam arti menghormati keyakinan umat lain) sudah banyak jika kita mau menggali. Bahkan Allah SWT pun pada akhirnya berfirman bahwa hanya Allahlah tempat kembali, dan pada akhir zaman nanti Allah sendiri yg akan menyelesaikan apapun yg diperselisihkan manusia (di sini Allah tidak menyebut agama tertentu, meskipun ayatnya dalam konteks membicarakan umat agama lain). Lantas, apakah kita yg hanya sebagai umat manusia akan mendahului ketentuan Allah SWT yg mana dengan firmanNya kita bisa hidup dan beriman?<br />
Yg utama di dalam Islam adalah sholat, berbuat baik kepada orang tua, fakir miskin, yatim piatu (tidak disebutkan agamanya). Bahkan di dalam ayat-2 yg bercerita tentang peperangan, tidak satupun dimulai oleh Rasulullah. Nabi hanya mengikuti perintah Allah untuk membalas serangan. </p>
<p>Kesimpulan dari saya, pluralisme maknanya sangat luas, harus dipahami dari sisi mana kita sebagai muslim memandang pluralisme. Bila konteksnya adalah menganggap benar agama lain, adalah keliru. Tetapi bila konteksnya adalah menghormati umat agama lain dalam rangka kerukunan hidup sosial kemasyarakatan, saya rasa tidak satupun ayat Qur&#8217;an maupun Hadist yg menyatakan sebagai hal yg berdosa.</p>
<p>Wassalam. Arief QL</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
